88CSN

Asal Mula Sex Di Indonesia

Dengar nama pelacuran memang suatu sebagai pro serta kontra di golongan manusia. Pelacuran atau tempat beberapa wanita penghibur jual diri pasti banyak di dengar oleh warga di sejumlah kota besar sekarang ini. 


Situs Judi Slot - Sebutlah saja kehadiran Pasar Kembang di kota Yogyakarta, ruang prostitusi Dolly di Surabaya, atau ruang Simpang Lima di Semarang, semua adalah area-area pelacuran yang ada di Indonesia sekarang ini. Timbulnya beberapa tempat prostitusi itu jadi hal biasa di mata warga. 

Tetapi apa banyak yang tahu mengenai kehadiran riwayat prostitusi atau pelacuran di Indonesia. Lalu apa sebagai fakta beberapa wanita- wanita penghibur itu pilih pekerjaan ini? Apa unsur himpitan ekonomi jadi fakta kuat yang membuat beberapa wanita-wanita ini jadi pelacur? 

Situs Judi Slot - Saat bicara mengenai permasalahan pelacuran pasti erat hubungannya dengan wanita, dunia malam atau beberapa lelaki hidung belang. Tetapi taukah bila pelacuran semenjak jaman dahulu sudah berkembang dengan cepat di kehidupan manusia. Hal itu selanjutnya diutarakan oleh oleh Hull (1997) yang mengatakan jika terdapatnya perubahan pelacuran di Indonesia dari waktu ke waktu yang diawali dari waktu kerajaan-kerajaan di Jawa, waktu penjajahan Belanda, waktu penjajahan Jepang serta sesudah kemerdekaan. 

Pada saat kerajaan di Jawa, perdagangan wanita dimasukan dalam dunia pelacuran berkaitan satu skema pemerintahan feodal. Hal itu tidak terlepaskan dengan kehadiran raja yang berbentuk agung serta tidak hanya terbatas hingga memperoleh banyak selir. Selanjutnya skema feodal tidak seutuhnya tunjukkan kehadiran komersialisasi industri sex seperti yang dirasa oleh warga kekinian sekarang ini, walau apa yang berlangsung pada saat kerajaan-kerajaan di Jawa mengenai pelacuran sudah membuat landasan perubahan industri sex/pelacuran di waktu saat ini. 

Sesudah waktu kerajaan-kerajaan di Jawa selesai, kejadian pelacuran ada kembali dengan muka baru di jaman pemerintahan kolonial Belanda. Pada saat pemerintah kolonial Belanda bentuk pelacuran lebih terorganisir serta berkembang cepat. Didasarkan pada pemenuhan keperluan serta pemuasan sex warga Eropa yang berada di Indonesia. Disebut jika pada saat pendudukan VOC di Hindia Belanda seputar tahun 1650-1653 Gubernur Jenderal Carel Reynierz memberi dukungan kuat adanya perkawinan di antara pegawai VOC dengan wanita Asia atau Eurasia. Hal itu jadi bukti yang cukup memperkuat dimana kejadian pelacuran di jaman kolonial Belanda mempunyai keunikan dengan melegalitaskan pelacuran lewat cara perkawinan campur di antara beberapa orang Belanda dengan wanita-wanita pribumi (asia). 

Situs Judi Slot - Lewat cara semacam itu kehadiran pelacuran di waktu kolonial Belanda lebih dipandang terorganisir dan rapi, sebab pegawai-pegawai VOC yang rata-rata ialah orang Belanda yang mempunyai bawahan beberapa wanita-wanita pribumi dengan sangat terpaksa ingin lakukan perkawinan campur yang dalam soal ekonomi lebih memberikan keuntungan buat beberapa lelaki Belanda. Dalam waktu ini ada arti gundik serta beberapa nyai yang dipandang seperti istri beberapa lelaki Belanda, sampai melahirkan beberapa anak keturunan Indo-Belanda serta makin menguatkan status sosial beberapa orang Belanda saat ada di Indonesia. 

Selanjutnya komersialisasi sex di Indonesia berkembang pada saat pendudukan Jepang (di antara tahun 1941-1945), sesudah lihat dikit dari kegiatan prostitusi pada saat pemerintahan kolonial Belanda, dengan jadikan area-area perkebunan dibawah monopoli VOC jadi arena prostitusi bahkan juga bisa melegalkannya berbentuk perkawinan campur di antara lelaki Eropa dengan wanita pribumi. Di waktu pendudukan Jepang semua wanita yang jadikan budak jadi wanita penghibur disatukan jadi satu di rumah- rumah bordir. Tidak cuma wanita sebagai wanita penghibur saja yang dibawa ke rumah bordil, tetapi banyak pula wanita yang tertipu atau sangat terpaksa lakukan hal itu (Hull,1997:3). 

Situs Judi Slot - Bagaimana tidak manusiawinya penjajahan pada saat pemerintahan Jepang ini yang selanjutnya merendahkan status sosial wanita-wanita pribumi yang semula bukan pelacur sampai membuat rendah hingga dicap jadi wanita penghibur atau Jugun Ianfu pada saat pemerintahan Jepang di Indonesia. Sampai sekarang ini cerita mengenai beberapa mantan-mantan Jugun Ianfu teramat memilukan, kadang belumlah ada yang coba mengusung persoalan ini jadi persoalan riwayat wanita pribumi ditengah-tengah perbudakan serta penjajahan waktu pendudukan Jepang. Kita akan coba mengusung bagian kemanusiaan dari riwayat Jugun Ianfu ini, apakah benar Jugun Ianfu ialah korban kebijaksanaan politik kolonialisme Jepang di Indonesia, atau hanya dipakai jadi budak nafsu beberapa tentara Jepang ditengahnya aktivitas perang di daerah Asia Pasifik? Kita akan coba lihat hal itu dalam frame yang berlainan, yang masih ungkap nilai politis dan nilai manusiawi di riwayat yang sudah tertera mengenai Jugun Ianfu. 

0 comments:

Copyright © 2013 Agen Slot Terpercaya | Situs Judi Bola Sbobet | Agen Casino | 88CSN