88CSN

Fenomena Seputar Sumpah Pocong

AGEN SLOT - Sumpah pocong yang konon adalah adat warga pedesaan merupakan sumpah yang dikerjakan oleh seorang dengan keadaan terbalut kain kafan seperti orang yang sudah wafat. 


Sumpah ini seringkali diterapkan dengan tata langkah yang berlainan, contohnya aktor sumpah tidak dipocongi tetapi cuma dikerudungi kain kafan dengan sikap duduk. 

Sumpah pocong umumnya dikerjakan oleh pemeluk agama Islam serta diperlengkapi dengan saksi serta dikerjakan di dalam rumah beribadah (mesjid). Di hukum Islam sebetulnya tidak ada sumpah dengan kenakan kain kafan semacam ini. Sumpah ini adalah adat lokal yang masih kental mengaplikasikan norma-norma tradisi. Sumpah ini dikerjakan untuk menunjukkan satu dakwaan atau masalah yang dikit atau bahkan juga tidak mempunyai bukti benar-benar. 

Di skema pengadilan Indonesia, sumpah ini dijumpai jadi sumpah serta adalah satu diantara pembuktian yang digerakkan oleh pengadilan dalam mengecek Sumpah mimbar lahir sebab terdapatnya konflik di antara seorang jadi penggugat menentang orang jadi tergugat, umumnya berbentuk persaingan perebutan harta warisan, hak-hak tanah, utang-piutang, dan lain-lain.


Pada suatu masalah perdata ada tingkatan-tingkatan bukti yang wajar diserahkan, pertama merupakan bukti surat serta ke-2 bukti saksi. Ada saatnya kedua pihak susah menyiapkan bukti-bukti itu, contohnya masalah warisan, turun-temurunnya harta, atau utang-piutang yang dikerjakan di antara almarhum orangtua kedua pihak beberapa puluh tahun waktu lalu. Jika ini berlangsung karena itu bukti ke-3 yang diserahkan merupakan bukti persangkaan yakni dengan mempelajari runtutan insiden di waktu dulu. Bukti ini cukup riskan dikerjakan. Jika ke-3 jenis bukti itu belum juga cukup buat hakim untuk putuskan satu masalah karena itu dimintakan bukti ke empat yakni pernyataan. Mengingat terletak yang terakhir, sumpah juga jadi alat hanya satu untuk putuskan perselisihan itu. Jadi sumpah itu memberi efek langsung pada pemutusan yang dikerjakan hakim. 


Sumpah ada dua jenis yakni Sumpah Suppletoir serta Sumpah Decisoir. Sumpah Supletoir atau sumpah penambahan dikerjakan jika telah ada bukti permulaan tetapi belum dapat memberikan keyakinan kebenaran bukti, karena itu butuh ditambah sumpah. Dalam kondisi tanpa ada bukti benar-benar, hakim akan memberi sumpah decisoir atau sumpah pemutus yang sifatnya selesai, mengakhiri masalah. Dengan memakai alat sumpah decisoir, keputusan hakim akan hanya bergantung pada bunyi sumpah serta keberanian pengucap sumpah. Supaya mendapatkan kebenaran yang utama, sebab ketetapan berdasar pada hanya pada bunyi sumpah, karena itu sumpah itu dihubungkan dengan sumpah pocong . Sumpah pocong dikerjakan untuk memberi dorongan psikologis pada pengucap sumpah tidak untuk berdusta.

0 comments:

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Copyright © 2013 Agen Slot Terpercaya | Situs Judi Bola Sbobet | Agen Casino | 88CSN