88CSN

Beberapa Makhluk Mitologi Di Seluruh Dunia.

1. Ogre 


Ogre umumnya dilukiskan jadi Raksasa, jahat serta seperti monster. Kita umumnya menjumpai narasi mengenai Ogre di dongeng serta narasi rakyat. Bila di dunia seni Ogre dilukiskan dengan kepala yang besar, memiliki rambut serta berjenggot panjang, rakus, serta memiliki tubuh yang kuat. Serta dalam ceritanya mereka seringkali mengganggu manusia. 





Hecantoncheires bermakna “seratus tangan”. Mereka besar sekali, memiliki 50 Kepala serta seratus tangan yang memiliki kemampuan hebat. Ada 3 makhluk ini yakni : Briareus yang di panggil Aegaeon, Cottus, serta Gyges yang di panggil Gyes. Mereka lahir dari Gaia serta Uranus. Sebab jalinan mereka yang jelek dengan Uranus, karena itu mereka diminta Uranus untuk balik lagi dalam rahim Gaia

Ini mengakibatkan pemberontakan Gaia pada Uranus. Saat Cronus memiliki kemampuan dia memenjarakan mereka di Tartarus. Mereka dibebaskan oleh Zeus serta bertanding bersama dengan Zeus menentang Titans. Mereka dapat melemparkan batu-batu yang besar sekali 100 kali semakin banyak dibanding rivalnya. Satu dari mereka Briareus jadi penjaga Zeus. 



Banshee datang dari mitologi Irlandia serta umumnya diketahui jadi roh wanita. Mereka dipandang seperti malaikat kematian serta dipercaya datang dari dunia lain. Mereka umumnya diketahui jadi sisi dari penyembahan berhala agama Celtic kuno dimana mereka merupakan bawahan Tuhan. Roh, atau nenek moyang. Di Inggris mereka diketahui jadi peri. Berdasar pada legenda, Banshee akan berkeluyuran di luar rumah sekalian meraung-raung bila seorang di dalam rumah itu akan wafat. 



Tengu (天狗, Tengu) merupakan makhluk dalam legenda Jepang. Satu diantara Kami penunggu gunung, atau Yōkai yang erat hubungan dengan burung elang atau gagak. Bajunya seperti dengan baju pendeta yamabushi yang menempa diri di rimba serta gunung. Tengu mempunyai hidung yang panjang, mukanya merah, mempunyai sepasang sayap, dan kuku kaki serta tangan yang begitu panjang. 

Tengu dapat terbang bebas di angkasa sekalian bawa tongkat yang dimaksud kongōzue, pedang besar (tachi), serta kipas berupa daun (hauchiwa). Kerjaannya menghambat orang yang ingin memahami agama Buddha.[1] Nama yang lain merupakan Gehō-sama (外法様, tuan sihir?). Dalam bahasa Jepang diketahui ungkapan Tengu ni naru yang bermakna “sangat bangga dengan diri sendiri”. Ungkapan ini peluang datang dari ungkapan “hana gak takai” (hidungnya tinggi). 


Tengu berhidung panjang seperti diketahui orang jaman saat ini adalah hasil penggambaran orang pada era pertengahan. Dalam narasi Konjaku Monogatari-shū, tengu dilukiskan dapat lari di hawa, serta jadi hantu berupa burung Rajawali yang membuat orang kerasukan. Penggambaran itu direncanakan ambil mode dari hantu Temma dalam ide agama Buddha yang dilukiskan memiliki badan manusia serta mempunyai sepasang sayap. 

Mode awal tengu peluang beralih pada paruh pertama jaman Muromachi. Dalam kelompok narasi rakyat Otogizōshi ada narasi Tengu no Dairi (Istana Tengu) yang tokoh terutamanya bernama Kurama Tengu. Diluar itu, Ushiwakamaru diberitakan terima pelajaran seni pedang dari Tengu di Kuil Kurama. Dalam Hikayat Heike, tengu dilukiskan seperti “Manusia tetapi tidak seperti manusia, burung tetapi tidak seperti burung, anjing tetapi tidak seperti anjing, tangan serta kakinya seperti tangan serta kaki manusia, mukanya seperti anjing, mempunyai sayap di kanan kiri, serta dapat terbang.” 



Kirin atau Qilin merupakan mahluh 1/2 naga 1/2 kuda, sebelumnya datang dari mitologi China tetapi menyebar ke semua asia timur. Hewan riil yang dipandang ‘mendekati’ kirin merupakan jerapah , konon Jerapah sempat dipandang seperti Kirin. Dalam mitologi China, kirin merupakan hewan suci yang mempunyai karakter baik, tetapi kirin dapat jadi hewan yang buas serta mengerikan waktu terancam. Konon kirin cuma tampil di tempat2 yang dikuasai oleh penguasa yang baik serta arif.

0 comments:

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Copyright © 2013 Agen Slot Terpercaya | Situs Judi Bola Sbobet | Agen Casino | 88CSN