88CSN

beberapa Hal yang membatalkan puasa , jadi jangan di coba ya !!!



KITA sudah masuk bulan Ramadan 1440 Hijriah atau 2019, umat Islam juga sekarang sudah lakukan beribadah puasa hari pertama. 


Seperti apa sebagai pemicu gagal puasa? atau beberapa hal yang menggagalkan puasa? 

Karena tidak hanya harus melakukan kewajiban-kewajiban saat puasa, umat Islam dituntut untuk mengawasi diri dari beberapa hal yang bisa menggagalkan puasa. 

Seperti dikutip dari NU.or.id di artikel berjudul 'Delapan Hal yang Menggagalkan Puasa '

Berikut artikel selengkapnya berikut ini : 

Dalam kitab Fath al-Qarib diterangkan jika masalah yang bisa menggagalkan puasa mencakup banyak hal, diantaranya: 

Pertama, sampainya suatu ke lubang badan dengan disengaja. Tujuannya, puasa yang digerakkan seorang akan gagal saat terdapatnya benda (‘ain) yang masuk dalam satu diantara lubang yang berpangkal pada organ sisi dalam yang dalam arti fiqih biasa dimaksud dengan jauf. Seperti mulut, telinga, hidung. Benda itu masuk ke jauf dengan kesengajaan dari diri seorang. 

Lubang (jauf) ini mempunyai batas awal yang saat benda melalui batas itu karena itu puasa jadi gagal, tetapi sepanjang belum melewatinya karena itu puasa masih resmi. Dalam hidung, batas awalannya ialah sisi yang dimaksud dengan muntaha khaysum (pangkal insang) yang sejajar dengan mata; dalam telinga, yakni sisi dalam yang kira-kira tidak telihat oleh mata; sedang dalam mulut, batas awalannya ialah tenggorokan yang biasa dimaksud dengan hulqum. 

Puasa gagal saat ada benda, baik itu makanan, minuman, atau benda lain yang sampai pada tenggorokan, contohnya. Tetapi, tidak gagal jika benda masih ada dalam mulut serta tidak ada dikit juga sisi dari benda itu yang sampai pada tenggorokan. 

Berlainan perihal saat benda yang masuk dalam jauf seorang yang sedang berpuasa dikerjakan dalam kondisi lupa, atau menyengaja tetapi dia belum pahami jika masuknya benda pada jauf ialah hal yang bisa menggagalkan puasa. Dalam kondisi demikian, puasa yang dikerjakan seorang masih dihukumi resmi sepanjang benda yang masuk dalam jauf tidak dalam volume yang banyak, seperti lupa mengonsumsi makanan yang banyak sekali saat puasa. Karena itu saat hal itu berlangsung puasa dihukumi gagal. (Syekh Zainuddin al-Maliabari, Fath al-Mu’in, juz 1, hal. 259) 

Ke-2, menyembuhkan lewat cara masukkan benda (obat atau benda lain) pada satu dari dua jalan (qubul serta dubur). Contohnya penyembuhan buat orang yang mengalami ambeien dan buat orang yang sakit dengan menempatkan kateter urin, karena itu dua hal itu bisa menggagalkan puasa. 

Ke-3, muntah dengan menyengaja. Bila seorang muntah tanpa ada disengaja atau muntah dengan tidak diduga (ghalabah) karena itu puasanya masih dihukumi resmi asal tidak ada dikit juga dari muntahannya yang tertelan kembali olehnya. Bila muntahannya tertelan dengan menyengaja karena itu puasanya dihukumi gagal. 

Ke empat, lakukan hubungan seks dengan lawan type (jima’) dengan menyengaja. Bahkan juga, dalam kerangka ini ada ketetapan spesial: puasa seorang bukan sekedar gagal serta tetapi dia dikenai denda (kafarat) atas tindakannya. Denda ini ialah berpuasa sepanjang dua bulan beruntun. Bila tidak dapat, dia harus memberikan makanan inti sejumlah satu mud (0,6 kg beras atau ¾ liter beras) pada 60 fakir miskin. Ini tidak lain mempunyai tujuan jadi ubah atas dosa yang dia kerjakan berbentuk berhubungan seks saat puasa. 

Ke lima, keluarnya air mani (sperma) dikarenakan bersentuhan kulit. Contohnya, mani keluar karena masturbasi atau karena bersentuhan dengan lawan type tanpa hubungan seks. Berlainan perihal saat mani keluar sebab mimpi basah (ihtilam) karena itu dalam kondisi demikian puasa masih dihukumi resmi. 

Ke enam, alami haid atau nifas saat puasa. Tidak hanya dihukumi gagal puasanya, orang yang alami haid atau nifas berkewajiban untuk mengqadha puasanya. Dalam soal ini puasa mempunyai resiko yang berlainan dengan shalat dalam soal berkewajiban untuk mengqadha. Karena dalam shalat orang yang haid atau nifas tidak diharuskan untuk mengqadha shalat yang dia tinggalkan pada saat haid atau nifas. 

Ke-7, edan (junun) saat menjalankan beribadah puasa. Saat ini berlangsung pada seorang di pertengahan melakukan puasanya, karena itu puasa yang dia lakukan dihukumi gagal. 

Ke-8, murtad saat puasa. Murtad ialah keluarnya seorang dari agama Islam. Contohnya orang yang sedang puasa tidak diduga memungkiri keesaan Allah subhanahu wata’ala, atau memungkiri hukum syariat yang telah jadi konsensus ulama (mujma’ alaih). Di samping gagal puasanya, dia berkewajiban untuk selekasnya mengatakan syahadat dan mengqadha puasanya. 

Delapan hal di atas ialah masalah yang bisa menggagalkan puasa, saat satu dari delapan hal itu berlangsung saat puasa, karena itu puasa yang digerakkan oleh seorang jadi gagal. 

Mudah-mudahan beribadah puasa kita pada bulan Ramadhan kesempatan ini dikasih kelancaran serta kesempurnaan dan jadi beribadah yang di terima oleh Allah subhanahu wata’ala. Amin yaa Rabbal ‘alamin. Wallahu a’lam. 


0 comments:

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Copyright © 2013 Agen Slot | Agen Casino | Agen Poker | 88CSN